Searching...
April 2, 2009

1 Mengapa APBD yang besar tidak selalu diikuti oleh PDRB yang tinggi?

Thursday, April 02, 2009
Artikel Manajemen, Artikel Pemerintahan
Kita ketahui bahwa pendapatan regional per kapita di Indonesia masih lemah, untuk mengurangi kesenjangan dan mencapai keseimbangan, maka pemerintah pusat memberikan bantuan/subsidi yang besar kepada pemerintah daerah. Namun transfer dana dari pemerintah pusat yang telah banyak meningkat dan telah dialokasikan kepada daerah-daerah tersebut tanpa mempertimbangkan adanya usaha pajak dari masing-masing daerah.
Hal di atas mengakibatkan lemahnya usaha pengumpulan pajak sebagai sumber penerimaan negara, yang jika dibandingkan dengan negara lain masih jauh ketinggalan. Bentuk anggaran pendapatan dan belanja seimbang yang dijalankan Indonesia disebabkan oleh adanya aliran dana di sisi penerimaan yang berasal dari bantuan luar negeri. Dengan demikian, sebenarnya anggaran penerimaan dan belanja yang kita tempuh adalah anggaran yang defisit, karena seluruh penerimaan dalam negeri tidak cukup untuk membiayai seluruh anggaran belanja negara baik itu anggaran belanja rutin maupun anggaran belanja pembangunan.
Defisit anggaran yang bersangkutan selalu ditutup dengan bantuan luar negeri yang nilainya menjadi semakin besar dari tahun ke tahun. Jika hal ini dipertahankan terus menerus, maka bisa dipastikan selamanya APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang besar tidak dapat diimbangi dengan tingkat PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang masih rendah.

0 comments:

Post a Comment

Thank you for your comment on this blog Natural BLOGGING, your comment is the best gift for me. Hopefully the success with us all. Let us exchange ideas and give feedback, criticism and constructive suggestions for our blog progress of each.