Di era globalisasi ini misi pemerintahan tidak lagi bertumpu pada pengaturan, akan tetapi telah bergeser kepada pelayanan. Dimana pemerintahan tidak lagi hanya mengatur dan menciptakan prosedur-prosedur akan tetapi lebih pada pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Bahkan masalah pelayanan masyarakat yang diberikan oleh aparat birokrasi pemerintah merupakan satu masalah penting bahkan seringkali variabel ini dijadikan alat ukur menilai keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pokok pemerintah. Aspek pelayanan merupakan bagian integral dalam strategi pengembangan tugas dan fungsi pemerintahan, untuk itu aspek perhatian terhadap kualitas pelayanan publik merupakan parameter dari keberhasilan birokrasi dalam pemuasan publik.
Pada dasarnya pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, manusiawi, murah, tidak diskriminatif, dan transparan. Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Pelayanan Publik yang isinya akan memuat standar pelayanan minimal. Namun, upaya-upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah nampaknya belum optimal sehingga seolah-olah seperti memperlihatkan adanya dampak negatif dalam pelaksanaan otonomi daerah terhadap pelayanan publik yang diberikan pemerintah, salah satu indikator yang dapat dilihat dari fenomena ini adalah pada fungsi pelayanan publik yang banyak dikenal dengan sifat birokratis dan banyak mendapat keluhan dari masyarakat karena masih belum memperhatikan kepentingan masyarakat penggunanya.
Oleh karena itu, dengan membandingkan upaya-upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah dengan kondisi pelayanan publik yang dituntut dalam era desentralisasi, tampaknya apa yang telah dilakukan pemerintah masih belum banyak memberikan kontribusi bagi perbaikan kualitas pelayanan publik itu sendiri, bahkan birokrasi pelayanan publik masih belum mampu menyelenggarakan pelayanan yang adil dan non-partisan.
March 7, 2012
Related Posts
Makalah Manajemen : Peranan Pembinaan Karyawan oleh Kepala Dalam Meningkatkan Kinerja KaryawanMakalah Manajemen : Peranan Pembinaan Karyawan oleh Kepala Dalam Meningkatkan Kinerja KaryawanPada
1 Mengapa APBD yang besar tidak selalu diikuti oleh PDRB yang tinggi?Artikel Manajemen, Artikel PemerintahanKita ketahui bahwa pendapatan regional per kapita di Indones
Evaluasi Program PembangunanEvaluasi menurut pendapat Riyadi (2005:263) adalah : “Proses pengukuran dan pembandingan dari hasil
POLA MANAJEMEN ASET DAERAH (PENGELOLAAN MANAJEMEN PERLENGKAPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN)Istilah perlengkapan, logistik, materiil dan perbekalan digunakan silih berganti dalam pengelolaan
Kajian Tentang Pemerintahan DesaKajian Tentang Pemerintahan Desa 1. Kedudukan Desa Dan PemerintahannyaMenurut Pasal 1 butir 2 Perat
Mengapa daya serap APBD rendah?Mengapa daya serap APBD rendah?Daya serap APBD umumnya masih rendah, rasio tersebut disebabkan oleh
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Thank you for your comment on this blog Natural BLOGGING, your comment is the best gift for me. Hopefully the success with us all. Let us exchange ideas and give feedback, criticism and constructive suggestions for our blog progress of each.